| Liputan6.com, Jakarta - Terpidana kasus pembunuhan Munir Said Thalib, Pollycarpus Budihari Prijanto, telah bebas murni pada Rabu, 29 Agustus 2018. Namun, Kepala Badan Reserse Kriminal atau Kabareskrim Polri Komjen Arief Sulistyanto menyatakan pihaknya tidak pernah menutup kasus pembunuhan terhadap aktivis hak asasi manusia (HAM) tersebut. "Ini (kasus Munir) kami tidak pernah menutup, karena di dalam penyidikan tidak ada konsep buka dan tutup. Yang ada adalah memulai dan menyelesaikan," ujar Kabareskrim Komjen Arief Sulistyanto di Jakarta, Jumat, 7 September 2018. Dalam penyidikan kasus pembunuhan Munir yang terjadi pada 2004, Arief mengatakan, kepolisian telah melakukan langkah yang signifikan. Bahkan, polisi telah menyerahkan empat berkas dengan empat tersangka kepada kejaksaan. "Yang semuanya sudah menjalani hukuman dan sudah selesai. Bahkan, kemarin itu saudara Pollycarpus juga sudah selesai menjalani masa hukumannya. Sehingga itu adalah hasil penyidikan oleh Polri," katanya. Meski begitu, jenderal polisi bintang tiga tersebut memastikan bahwa pihaknya siap melanjutkan proses penyidikan jika ditemukan fakta baru (novum). Dia juga memastikan bahwa kepolisian tidak hanya menunggu adanya bukti baru terkait kasus kematian Munir, tapi juga ikut aktif mencari. "Ini yang harus dipahami, sehingga kalau ditanya kapan dibuka, saya tegaskan kami tidak pernah menutup kasus ini. Kalau ada bukti dan fakta hukum baru, maka akan dimulai lagi," Arief menandaskan. Klaim Namun, beberapa hari kemudian, muncul kabar dari situs ariefsulistyanto.com dengan judul tulisan "Kabareskrim Tetapkan Hendropriyono Tersangka Kasus Munir". Situs tersebut juga menulis dengan judul "Kabareskrim Akan Panggil Hendropriyono untuk Kasus Munir". Berikut sebagian tulisan dari situs tersebut yang dikutip atau dibagikan di sejumlah media sosial. "Kabareskrim Arief Sulistyanto Menyatakan tidak akan pernah takut kepada orang kuat dibalik kasus munir , Arief Mengatakan Akan membuka dalang sebenarnya pada kasus munir, bahkan Arief juga berani memanggil jenderal yang juga mantan ketua PKPI itu. Seperti diketahui Munir dibunuh oleh PollyCaprus Menggunakan Racun , Sekarang Pollycaprus sudah bebas melenggang sedangkan dalang utama yang merupakan jenderal kuat belum di tangkap , Pollycaprus merupakan Ahli Racun." :strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2357454/original/074954300_1536763867-Share_Twitter_Kabareskrim_Dicatut.jpg) Tulisan itu kemudian banyak dibagikan di sejumlah media sosial seperti Twitter. Salah satunya akun Doddy_Lukas di Twitter. Kendati demikian, berdasarkan penelusuran Cek Fakta Liputan6.com pada Rabu (12/9/2018), situs ariefsulistyanto.com tidak dapat lagi diakses. Begitu pula akun di Twitter tersebut. :strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2357452/original/018990000_1536763019-Situs_Pencatut_nama_Kabareskrim_Diblokir.jpg) Di halaman muka terpampang pemberitahuan: "Maaf, akses situs tersebut diblokir sehubungan Peraturan Menteri Kominfo No. 19/2014 tentang Internet Sehat. Terima Kasih atas pengertian Anda. Let's block ads! (Why?) via Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terkini Indonesia - Liputan6.com https://ift.tt/2COOAvR |
No comments:
Post a Comment