Yogyakarta: Volume kubah lava Gunung Merapi mencapai 90.000 meter kubik pada Minggu, 9 September 2018. Catatan Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebancanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, pertumbuhan kubah lava sekitar 4.000 meter kubik per hari.
"Pertumbuhan (kubah lava) ini masih rendah karena masih di bawah 20 meter kubik per hari," ujar Kepala BPPTKG Yogyakarta, Hanik Humaida.
Tingkat kegempaan di puncak Gunung Merapi masih tinggi meski pertumbuhan kubah lava rendah. Setidaknya terjadi sekitar 200-an gempa sepanjang sepekan lalu.
Dalam laporan pengawasan BPPTKG pada 31 Agustus-6 September 2018, terjadi 163 kali gempa hembusan. Selain itu, juga terjadi gempa vulkano tektonik dangkal (14 kali), gempa vulkano tektonik dalam (1 kali), gempa fase banyak (36 kali), gempa guguran (140 kali), gempa LF (32 kali), dan gempa tektonik (9 kali).
"Secara umum kegempaan pada minggu ini lebih intensif dibanding dengan (kegempaan) minggu sebelumnya," ujarnya.
Sementara itu, kondisi morfologi di puncak Gunung Merapi juga masih aman. Jarak pertumbuhan kubah lava dengan daerah bukaan masih cukup jauh.
Dengan demikian, status Gunung Merapi hingga kini masih pada level waspada. Hanik mengimbau masyarakat di kawasan rawan bencana (KRB) III meningkatkan kewaspadaan.
"Jarak aman untuk aktivitas manusia masih tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi. Jika terjadi peningkatan aktivitas Gunung Merapi, status akan ditinjau kembali," ujarnya.
(SUR)
No comments:
Post a Comment