| Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) mendukung disrupsi teknologi di sektor perumahan dalam rangka meningkatkan pelayanan sektor perumahan agar bisa lebih cepat, lebih baik dan lebih murah. Sekretaris Jenderal Kementerian PUPR, Anita Firmanti berharap, disrupsi teknologi mampu mendukung pencapaian program satu juta rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo untuk mengurangi secara bertahap kekurangan pasokan (backlog) rumah di Indonesia. "Salah satu inovasi yang di dorong adalah teknologi informasi yang mendukung efisiensi pasar perumahan berdasarkan informasi supply-demand perumahan, dan efisiensi supply-chain dalam proses pembangunan perumahan," ujar dia dalam keterangan tertulis, Selasa (18/9/2018). Anita juga turut mencermati pemakaian teknologi dalam pemilihan material untuk membuat bangunan ramah lingkungan dan bisa mengurangi jejak karbon di bidang perumahan. Sementara itu, Senior Urban Economist and Coordinator of the World Bank Indonesia Marcus Lee menyampaikan, sektor perumahan harus dapat mengambil manfaat dari disrupsi teknologi. Menurut dia, salah satu contoh disrupsi teknologi yang berkembang di Indonesia adalah Go-Jek dan Go-Pay. Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Perumahan Kementerian PUPR, Lana Winayanti mengatakan, pemerintah sedang mengembangkan sistem informasi digital terintegrasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat tentang informasi perumahan. Let's block ads! (Why?) via Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terkini Indonesia - Liputan6.com https://ift.tt/2pd7tim |
No comments:
Post a Comment