Jakarta: Indonesia dinilai kehilangan kesantunan dalam berpolitik. Permasalahan ini juga yang membuat timbulnya berita bohong atau hoaks.
"Berpolitik yang santun itu sulit. Karena orang-orang sejak 2014, tidak berpolitik santun lagi, main hajar antara orang yang satu dan yang lain," kata Kepala Departemen Komunikasi Publik Online DPN PKP Indonesia Al Sandy Suharjono kepada Medcom.id seusai launching kanal pemilu Medcom.id di Warunk Upnormal Raden Saleh, Jakarta, Kamis, 18 Oktober 2018.
Sandy menyebut masyarakat saat ini sangat merindukan politik santun. Sebab dengan adanya kesantunan berpolitik, masyarakat juga akan mengecek kembali segala informasi yang masuk.
"Masyarakat kita kan demen dengar yang heboh-heboh gitu, mereka by pass saja," ujar dia.
Meski begitu, dia tak bisa menyalahkan masyarakat yang kurang mampu menyaring informasi yang masuk. Dia berharap dengan adanya acara pemilu damai tanpa hoaks seperti yang diselenggarakan Medcom.id, bisa memberikan edukasi kepada masyarakat.
Dia juga mengimbau kepada seluruh kader PKPI dan masyarakat untuk mengecek kembali segala informasi yang diterima. Dengan begitu, Pemilu 2019 bisa menciptakan kesantunan berpolitik.
"Kami berharap di Pileg maupun Pilpres 2019 ini bisa berpolitik yang santun," kata dia.
(REN)
No comments:
Post a Comment