Menkeu Sri Mulyani (kedua kiri) berbincang dengan Menkomaritim Luhut Binsar Panjaitan, Menhub Budi Karya dan Direktur PT KAI Edi Sukmoro saat penandatanganan kerja sama antar bank sindikasi di Jakarta, Jumat (29/12). (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan turut angkat suara terkait mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang menceritakan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) demi menjaga ekonomi.
Luhut meminta publik bersabar, sebab pemerintah saat ini berupaya dengan berbagai cara agar nilai tukar rupiah tidak terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (USD).
"Udah lah, kita udah (mengantisipasinya) dengan cara kita. Nanti kita lihat, nanti kita response dengan baik," ucap dia singkat saat ditemui seusai acara makan malam Panitia Nasional Pertemuan Tahunan IMF-WBG 2018 di kantornya, Jakarta, Senin (17/9/2018).
Sebelumnya, SBY berkata Pemerintah Indonesia di masa kepemimpinannya pada 2008 sempat mengambil keputusan untuk menaikkan harga BBM.
Dia menyebutkan, langkah itu ia ambil demi mengantisipasi kenaikan harga minyak dunia yang juga turut mengancam sektor perekonomian nasional.
"Beberapa bulan sebelum pemilihan presiden dilaksanakan, saya harus menaikkan harga BBM pada tahun 2008. Setelah kebijakan itu diambil, Alhamdulilah ekonomi kita selamat," tutur dia saat perayaan HUT Partai Demokrat ke-17 di Jakarta pada hari ini.
Dia menceritakan, langkah tersebut berhasil membawa negara keluar dari krisis ekonomi global yang terjadi saat itu. SBY juga membuat perbandingan dengan kondisi 1998.
"Ketika itu, kita takut kalau nasib Indonesia sama seperti krisis ekonomi yang terjadi pada 1998. Namun dengan antisipasi yang tepat, ekonomi kita kemudian bisa selamat," tutur dia.
No comments:
Post a Comment